Kisah Intel Soeharto Perdayai Agen Uni Soviet KGB di Indonesia

Solichan Arif
Foto paspor Petrov alias Houdini sekitar tahun 1972 (foto : repro)

BLITAR, iNews.id - Rezim Soekarno runtuh setelah Soeharto berhasil mengantongi surat perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) yang dia peroleh melalui dalih pemulihan keamanan nasional. Kekuasaan politik Bung Karno memang telah ambruk.

Namun KGB, dinas intelijen sipil Uni Soviet beserta jaringannya masih bercokol di Indonesia. Sekelompok orang terus bergerak. Di Jakarta dan beberapa kota besar lain, KGB bersama GRU, yakni dinas intelijen militer Soviet, tetap melakukan kerja-kerja senyap. 

Mereka terus mencoba menyadap informasi rezim baru yang mendapat sokongan kuat dari Amerika Serikat. Bahkan pada awal rezim orde baru berkuasa, mereka berhasil menempatkan sejumlah petingginya di Indonesia. 

"Mereka yakni 24 pejabat KGB dan GRU yang ditempatkan di Jakarta, Medan dan Surabaya sejak awal 70-an," kata Ken Conboy dalam buku “ Intel, Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia”.

Para agen asing tersebut selalu merasa lebih aman berada di lembaga resmi negara. Lembaga negara menjadi tempat paling strategius untuk berkamuflase, salah satunya Atase Kebudayaan.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

57 tahun lalu

Nama-Nama 7 Tokoh Asal Jateng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Soeharto Disebut Penuhi Syarat jadi Pahlawan Nasional, Ini Respons Mensos

57 tahun lalu

Sejarah Astana Giribangun, Makam Soeharto dan Ibu Tien di Lereng Gunung Lawu Karanganyar

57 tahun lalu

Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan Nasional? Ini Analisis Sejarawan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal