Kisah Intel Soeharto Perdayai Agen Uni Soviet KGB di Indonesia

Solichan Arif
Foto paspor Petrov alias Houdini sekitar tahun 1972 (foto : repro)

Ken Conboy dalam buku “ Intel, Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia”, menyebut Boris Liapine yang diawasi satsus intel yakni agen lapangan KGB yang berkedok Deputi Atase Kebudayaan.

Satsus Intel menjuluki setiap agen KGB dan GRU yang diawasi dengan sebutan “Gatot”. Begitu juga dengan agen Boris Liapine. Gatot merupakan sebuah nama yang umum dipakai masyarakat Jawa.  

"Para agen lapangan satsus intel seringkali mengikutinya (Boris Liapine) hingga dini hari di tempat-tempat hiburan malam di Menteng. Di tempat itu ia biasanya minum sampai tak sadarkan diri”.

Agen Soviet lain yang dipantau Satsus Intel yakni Vladislav Romanov. Romanov seorang Rusia bertampang ganteng. Dia ahli bahasa yang tercatat sebagai salah satu diplomat Soviet yang bekerja di Atase Politik.

Begitu juga dengan agen Oleg Brykin. Brykin dianggap berbahaya karena piawai membangun jaringan. Ia juga andal merekrut anggota baru.  

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

57 tahun lalu

Nama-Nama 7 Tokoh Asal Jateng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Soeharto Disebut Penuhi Syarat jadi Pahlawan Nasional, Ini Respons Mensos

57 tahun lalu

Sejarah Astana Giribangun, Makam Soeharto dan Ibu Tien di Lereng Gunung Lawu Karanganyar

57 tahun lalu

Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan Nasional? Ini Analisis Sejarawan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal