MALANG, iNews.id - Hayam Wuruk naik takhta menjadi Raja Majapahit di usia muda dan masih lajang alias belum memiliki pasangan. Dia menjadi raja usai sang ibu, Tribhuwana Tunggadewi menyerahkan takhtanya.
Sepeninggal Gayatri, situasi negeri dalam Kerajaan Majapahit tetap tentram. Sementara di luar Majapahit pun tetap berjaya dan makmur.
Tribhuwana Tunggadewi yang menjadi ibu suri ratu sekaligus ibu kandung Hayam Wuruk, menasihati anaknya yang naik tahta menjadi raja muda di Majapahit. Sebagai ibu suri ratu, dia dan pelan-pelan selalu menasihati anaknya agar kian matang.
Sementara itu, sang raja muda menikmati upacara-upacara di istananya, namun ia cukup puas dengan membiarkan Gajah Mada mengambil semua keputusan resmi. Hal ini sebagaimana dikutip dari "Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit" dari tulisan Earl Drake.
Disebutkan Gajah Mada memusatkan perhatiannya pada perluasan kerajaan dengan menekan negeri-negeri tetangga untuk secara resmi bergabung dengan Majapahit.