Kisah Hayam Wuruk Raja Majapahit yang Naik Takhta di Usia Muda

Avirista Midaada
Raja Majapahit Hayam Wuruk. (Foto: Ist)

MALANG, iNews.id - Hayam Wuruk naik takhta menjadi Raja Majapahit di usia muda dan masih lajang alias belum memiliki pasangan. Dia menjadi raja usai sang ibu, Tribhuwana Tunggadewi menyerahkan takhtanya.

Sepeninggal Gayatri, situasi negeri dalam Kerajaan Majapahit tetap tentram. Sementara di luar Majapahit pun tetap berjaya dan makmur.

Tribhuwana Tunggadewi yang menjadi ibu suri ratu sekaligus ibu kandung Hayam Wuruk, menasihati anaknya yang naik tahta menjadi raja muda di Majapahit. Sebagai ibu suri ratu, dia dan pelan-pelan selalu menasihati anaknya agar kian matang. 

Sementara itu, sang raja muda menikmati upacara-upacara di istananya, namun ia cukup puas dengan membiarkan Gajah Mada mengambil semua keputusan resmi. Hal ini sebagaimana dikutip dari "Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit" dari tulisan Earl Drake.

Disebutkan Gajah Mada memusatkan perhatiannya pada perluasan kerajaan dengan menekan negeri-negeri tetangga untuk secara resmi bergabung dengan Majapahit.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejarah Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit akibat Perebutan Takhta

57 tahun lalu

Sengketa Tanah di Masa Majapahit, Ketika Pejabat Istana Kalah Gugatan Lawan Rakyat

57 tahun lalu

Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara

57 tahun lalu

Perang Bubat: Pertentangan Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang Berujung Tragedi Berdarah

57 tahun lalu

Tragedi Perang Bubat, Pernikahan Kerajaan Sunda-Majapahit Berubah Jadi Pertumpahan Darah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal