Sejarah Bhinneka Tunggal Ika, Warisan Kerajaan Majapahit untuk Indonesia

Avirista Midaada
Lambang garuda dengan tulisan Bhinneka Tunggal Ika. (Foto: Freepik)

MALANG, iNews.id - Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan yang tertulis pada lambang negara IndonesiawarisanKerajaan Majapahit. Kalimat ini muncul pertama kali dari konsep keagamaan baru di era Kerajaan Majapahit usai hubungan disintegrasi atau kurang harmonis dari agama yang ada.

Pencetusnya yakni Mpu Tantular pujangga yang terkenal dengan karya-karya sastranya. Konon saat itu memang ada permasalahan agama yang dihadapi Kerajaan Majapahit.

Awalnya hubungan agama Hindu Siwa dan Buddha Mahayana memang cukup harmonis dan berdampingan. Namun saat pemerintahan Majapahit, waktu itu masih jelas bahwa kedua agama itu terpisah satu dari yang lain. 

Dikutip dari "700 Tahun Majapahit Suatu Bunga Rampai" usai terpisah dan mengalami kerenggangan hubungan, masing-masing agama mempunyai candi-candi yang berbeda dan terpisah. Masing-masing bahkan mempunyai arca-arca pemujaan yang dapat dibedakan dengan jelas satu sama lain. 

Hanyalah Prasasti Kelurak yang ditulis pada tahun 782 Masehi, satu-satunya yang memberikan ungkapan penyamaan antara suatu konsep kebenaran agama Buddha dengan konsep kebenaran agama Siwa.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Arkeolog Temukan Situs Majapahit di Bawah Jalan Desa Mojokerto, Begini Wujudnya

57 tahun lalu

Dikunjungi Dubes Boroujerdi, Jokowi Sampaikan Simpati ke Rakyat Iran

57 tahun lalu

Dubes Belanda Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?

57 tahun lalu

Motif Sakit Hati soal Warisan, Ayah Bunuh Anak Kandung di Lamongan

57 tahun lalu

Kaleidoskop 2025: 10 Bencana Alam Paling Mematikan di Indonesia, Renggut Ribuan Jiwa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal