Kiai Ma'ruf dan TGB Dihina, Gus Ipul Desak Ustaz Yahya Minta Maaf

Ihya Ulumuddin
Ketua PBNU Saifullah yusuf (Gus Ipul). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bereaksi atas video ceramah Ustaz Yahya Waloni yang menyerang bakal calon wakil presiden (Cawapres) KH Ma’ruf Amin dan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB). Wakil Gubernur Jatim kni mengaku prihatin dan mendesak Yahya Waloni memohon maaf.

Menurut Gus Ipul,  tidak semestinya seorang ustaz melontarkan cemooh. Apalagi hal itu ditujukan kepada seorang ulama. "Mencermati video Ustaz Yahya Waloni, Saya jadi miris. Seorang ustaz bicaranya tidak terkontrol, bahkan mengeluarkan kata-kata yang sungguh tidak mendidik," kata Gus Ipul dalam siaran persnya, Minggu (16/9/2018).

Mantan Ketua GP Ansor dua periode ini mengatakan, sejak kecil dididik untuk bisa mencari ilmu dengan baik. Diajari meneladani Rasulullah sekaligus juga untuk bisa sopan dalam kehidupan sehari-hari. "Akhlak itu menjadi sangat penting. Kita sudah terbiasa dengan perbedaan pendapat antar ulama, tidak hanya urusan yang kaitannya halal-haram, boleh tidak boleh, tapi juga perbedaan politik sejak Indonesia lahir," ujarnya.

Dia berharap jangan sampai hanya karena proses pemilihan presiden (Pilpres), perbedaan politik yang ada menjadi permusuhan. "Apalagi, Pilpres sejatinya hanya proses rutin biasa. Siapa pun yang menang paling hanya memimpin lima tahun atau maksimal 10 tahun. Namun kerukunan antarumat akan hidup selamanya," ucapnya.

Gus Ipul meminta Ustaz Yahya Waloni sebaiknya segera minta maaf. Apalagi rekam jejak keulamaan Kiai Ma’ruf selama ini tidak diragukan. Bahkan, Kiai Ma’ruf tercatat merupakan Ketua MUI sekaligus Rais Aam PBNU.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal