Kepercayaan Ini Dibatasi saat Hayam Wuruk Berkuasa di Kerajaan Majapahit

Avirista Midaada
Keraton atau Istana Kerajaan Majapahit menurut narasi Nagarakretagama (Istimewa)

Menyiasati hal itu Rajasanagara mengadakan pembagian daerah, agama Siwa dianjurkan di mana pun, agama Buddha hanya boleh disiarkan di kerajaan bagian timur. 

Kedua aliran ini mendapat sambutan baik dari rakyat dan dapat hidup subur serta damai. Sedangkan untuk aliran Buddha oleh Hayam Wuruk dikisahkan Prapanca sedikit ada pengekangan kebebasan.

Hal ini disebabkan adanya aturan perundang-undangan dari Kerajaan Majapahit sendiri.

Tapi kebebasan untuk menyiarkan ajaran Buddha secara leluasa tidak diizinkan. Jawa sebelah barat adalah larangan, sebab konon kata orang di daerah tersebut tidak ada pemeluk agama Buddha.

Tetapi daerah kerajaan timur, Gurun, Bali, dan sebagainya boleh dikunjungi oleh para pendeta Buddha. Pendeta Buddha yang berjasa besar di daerah timur ini adalah Empu Barada dan Kuturan.

Pendeta - pendeta Buddha ini dibawa oleh seorang kepala urusan agama yang konon bernama Prapanca. Meski diketahui bukan nama sebenarnya akibat dia dipecat dan diusir dari istana.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Arkeolog Temukan Situs Majapahit di Bawah Jalan Desa Mojokerto, Begini Wujudnya

57 tahun lalu

Sejarah Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit akibat Perebutan Takhta

57 tahun lalu

Sengketa Tanah di Masa Majapahit, Ketika Pejabat Istana Kalah Gugatan Lawan Rakyat

57 tahun lalu

Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara

57 tahun lalu

Perang Bubat: Pertentangan Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang Berujung Tragedi Berdarah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal