Pencemaran nama baik maupun bullying di media sosial, kata Sudarto, memang kerap terjadi pada pejabat publik. Terutama mereka yang berada di Jakarta.
Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama, Joko Widodo maupun Prabowo Subianto termasuk yang sering mengalami hal tersebut. Namun mereka tak pernah melaporkan langsung pencemaran nama baik tersebut.
Saat ini memang ada laporan terkait pencemaran nama baik dengan korban Anies Baswedan. Tapi pelapornya bukan Anies dan juga bukan Pemprov DKI Jakarta.
Namun yang melaporkan, anggota DPD RI Fahira Idris. Anies bahkan tak menggubris pencemaran nama baik atas dirinya.
Sementara itu, pihak Pemkot Surabaya menyerahkan persoalan kepada aparat penagak hukum. "Ya kita pasrahkan kepada polisi. Proses hukumnya seperti apa sepenuhnya kita serahkan kepada polisi," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara.