Pengungkapan kasus ini bermula saat polisi menemukan aktivitas mencurigakan di sejumlah titik. Para pelaku diketahui tengah memindahkan BBM subsidi jenis pertalite dari tangki kendaraan ke dalam jeriken.
Mereka menggunakan pompa elektrik dan selang plastik untuk mempercepat proses pemindahan. Aktivitas tersebut dilakukan di lokasi sepi agar tidak terdeteksi petugas.
"Dari hasil pemeriksaan, para pelaku diketahui memperoleh BBM jenis Pertalite dengan cara membeli di SPBU menggunakan barcode yang telah disiapkan," katanya.
Setelah pengisian di SPBU, para pelaku berhenti di tempat tertentu untuk menyedot BBM dari kendaraan. BBM tersebut kemudian ditimbun dalam jeriken untuk dijual kembali secara ilegal.
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti dalam jumlah besar. Total ada sekitar 1.575 liter BBM jenis Pertalite yang berhasil disita.