Saat ini, pihaknya bersama aparat kepolisian, MUI dan ormas Islam juga terus melakukan pendampingan. Harapannya, jamaah pengikut ajaran doktrin kiamat yang masih bertahan, tidak ikut berangkat ke Malang.
Sementara itu, hingga saat ini aparat desa setempat terus melakukan pendataan terhadap warga yang diduga ikut dalam jaringan ini. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran doktrin aneh tersebut lebih luas lagi.
Seperti diketahui, kabar puluhan warga pindah karena kiamat itu viral di media sosial. Di grup medsos warga Ponorogo, kabar “hijrahnya” puluhan warga ini bahkan ramai sejak sepekan lalu.
Banyak warga Ponorogo pindah ke Malang karena takut kiamat. Demi bisa hijrah, mereka bahkan menjual seluruh asetnya sekalipun dengan harga murah.