Botol-botol itu berisi angka satu hingga sembilan. Pengundian angka untuk menentukan siapa yang memilih terlebih dulu saat pengundian nomor urut. Hasilnya, Teguh mendapat angka satu sedangkan Supardjo mendapat angka sembilan.
Dengan begitu pasangan Gibran-Teguh yang berhak memilih terlebih dulu saat pengundian nomor urut. Saat pengundian nomor urut, KPU Solo menggunakan dua padasan sebagai wadah gulungan kertas berisi nomor urut.
Padasan sengaja dipakai sebagai simbol pesan agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan. Padasan digunakan nenek moyang bangsa Indonesia sebagai tempat menampung air untuk mencuci tangan.
Pada zaman dulu, di depan rumah warga disediakan padasan berisi air yang bisa digunakan masyarakat untuk mencuci tangan. Selain mengajarkan kebersihan, nenek moyang bangsa Indonesia mengajarkan keikhlasan berbagi dengan sesama.
Dari dua padasan yang disediakan, pasangan Gibran-Teguh yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih kompak memilih di sisi kanan atau yang paling dekat dengan posisi mereka berdiri.