Menurut Cahyoko, masalah ini ternyata tidak hanya terjadi di desanya saja, melainkan meluas dan menimpa seluruh desa yang berada di wilayah Kecamatan Jogonalan.
"Kejadian serupa (minyak berbau dan keruh) ternyata juga dialami oleh seluruh desa di wilayah Kecamatan Jogonalan," katanya.
Pihak pemerintah desa memastikan bahwa seluruh minyak goreng yang bermasalah tersebut akan ditarik dan diganti dengan yang baru oleh pihak penyedia (vendor) komoditas bantuan. Penukaran berlaku adil untuk semua minyak bantuan, baik yang masih utuh tersegat maupun yang sudah sempat dituang atau digunakan oleh warga.