Upaya Hetami mencetak bulletin nyaris gagal karena ada karyawan bagian tata usaha yang melapor ke Jepang dan berakibat Kantor Redaksi Harian Sinar Baru di Jalan Purwodinatan No 22-26 Semarang didatangi tentara Jepang dan digeledah. Zetsel yang telah disusun pun diobrak-abrik oleh perwira tentara Jepang yang datang.
Demi keamanan Hetami pun membubarkan karyawannya yang tengah siap melakukan pekerjaan mencetak bulletin. Jepang pun meninggalkan kantor Sinar Baru.
Sekitar pukul 15.00 WIB, Hetami menelepon rumah Gadis Rasjid dan memintanya kembali ke kantor untuk melakukan tugas mencetak bulletin.
Usai mencetak, ternyata Hetami mengumpulkan para muridnya dari SMT (Sekolah Menengah Teknik ) Semarang (sekarang STM III-IV) untuk mengedarkan bulletin.
Gerakan Hetami menyiarkan kabar Kemerdekaan Indonesia ini justru melalui Bulletin, bukan Harian Sinar Baru yang kala itu dipimpin oleh Parada Harahap.