Menelusuri Jejak Kemerdekaan Indonesia di Semarang, Berawal dari Gedung Djawa Hookokai
Kabar berita proklamasi kemerdekaan juga diterima oleh wartawati Harian Sinar Baru bernama Gadis Rasjid. Kabar ini diterima dari pegawai wanita Kantor Berita Domei Semarang bernama Soetinah sekitar 11.30 WIB.
“Zuz Gadis..zus Gadis..ini ada berita penting. Ambil kertas lekas-lekas, harap catat. Mari saja bacakan ,” kata Soetinah melalui percakapan telepon kepada Gadis Rasjid.
Gadis Rasjid yang menerima kabar Indonesia Merdeka langsung gugup dan kakinya gemetar. Kemudian dia menghadap kepada Hetami selaku Managing Editor Harian Sinar Baru yang saat itu masih berada di kantor.
Di hadapan hetami, Gadis Rasjid tak sanggup berkata-kata dan hanya menyodorkan catatan yang disampaikan Soetinah. Hetami pun mengambil dan membacanya. “Ini disiarkan cepat…,” ujar Hetami.
Hetami pun segera menyusun Bulletin Khusus untuk Kabar Kemerdekaan Indonesia. Saat itu pula Hetami menyiapkan mesin cetak Heidelberg yang kecil untuk segera mencetak dan menyebarkannya dalam bentuk bulletin.