“Djakarta 17/8 (domei) proklamasi titik kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan indonesia titik hal2 jang mengenai pemindahan dan lain2 diselenggarakan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja titik djakarta 17-8-2605 titik atas nama bangsa Indonesia soekarno-hatta titik”
Naskah proklamasi ini dibacakan oleh Mr Wongsonegoro berulang 2 kali. Para hadirin yang menyaksikan dan mendengarkan langsung bertepuk tangan riuh rendah. Sidang majelis kemudian dinyatakan selesai dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil menyerukan ‘Hidup Bung Karno.. Hidup Bung Hatta…Hidup Bangsa Indonesia..”.
Hari mulai siang mendekati salat Jumat. Naskah berita proklamasi kemerdekaan kemudian dibawa ke Masjid Besar Aloon-aloon Semarang (Kauman). Disaat khatib (belum diketahui Namanya) hendak memulai kutbah Jumat kemudian dibacakan kabar proklamasi di hadapan jamaah.
Kebetulan saat itu pelaksanaan salat Jumat disiarkan langsung oleh Radio Semarang Hoso Kyoku (milik Jepang meski banyak pegawainya pribumi). Pada saat penyiaran, para pegawai radio banyak yang tidak mengerti sebelumnya.
Hingga saat tersiar, para pemimpin radio yang masih dijabat oleh orang Jepang langsung bertindak mendatangi masjid. Sebelum selesai kutbah, siaran langsung tersebut langsung diputus oleh Kepala Radio Semarang.