Ketika perjalanan itu lah, Soegito merasakan sakit tak tertahankan di seluruh sendi-sendi kakinya disertai mendadak lemah sehingga tidak kuat dibawa berjalan. Ia menyerah, meski telah dipaksakan. Tubuhnya lunglai tidak mampu melawan sakitnya.
Pelatihnya Serma Sutari berusaha menguatkan, tetapi tidak ada pengarihnya. Soegito pun akhirnya ditinggal kelompoknya hingga kemudian dievakuasi oleh pelatih.
Akhirnya, dia kembali ke Cijantung. Rekannya Soetedjo, tahunya pada waktu finish di Nusakambangan. Sebab, ketika penghitungan, jumlahnya sudah tidak lengkap. Tidak ada Soegito.
Setelah gagal menjalani pendidikan dasar komando, Soegito ditunjuk menjadi staf Mayor Inf Gunawan Wibisono, teman satu letting Mayor Inf Benny Moerdani.
Mayor Gunawan sedang melakukan penelitian terkait peralatan dan prosedur. Sebagai staf, Lettu Soegito melaksanakan sepenuhnya program yang tengah dijalankan komandannya.