Kisah Soegito, Jenderal Kopassus Pengangkat Jenazah A Yani Pernah Gagal Pendidikan Komando

Fahmi Firdaus
Ilustrasi aksi prajurit Kopassus. (Ist)

JAKARTA, iNews.id – Kisah Letjen (Purn) Soegito ini pernah merasakan ganasnya Pulau Nusakambangan. Jenderal Kopassus pernah gagal saat mengikuti pendidikan komando di Nusakambangan.

Tentara yang pernah mengangkat peti jenazah Jenderal TNI Ahmad Yani membeberkan kisah kegagalannya kemudian bisa berhasil. Berikut kisah Letjen (Purn) Soegito:

Sebagai anggota pasukan khusus, Soegito diwajibkan berjalan sejauh 500 kilometer (km). Bermula dari Batujajar, Jawa Barat menuju Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Di dalam perjalanan tersebut, setiap personel  Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mengikuti berbagai macam latihan yang berat. Latihan tersebut untuk dapat menguasai berbagai keahlian seperti teknik tempur, membaca peta, pionir, patroli, survival, mendaki gunung, pendaratan kendaraan, hingga taktik perang gerilya. 

Tidak hanya itu, personel pasukan khusus tersebut harus menguasai bagaimana bertempur di berbagai medan perang mulai dari perkotaan, pegunungan, perhutanan, rawa-rawa dan laut.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selundupkan HP ke Tahanan, 2 Petugas Lapas Purwokerto Dipindahkan ke Nusakambangan

57 tahun lalu

Pemindahan Ratusan Narapidana Risiko Tinggi dari Riau ke Nusakambangan Dikawal Ketat

57 tahun lalu

Seberangi Laut, Napi Lapas Nusakambangan Nekat Kabur dan Bajak Kapal Nelayan

57 tahun lalu

Profil Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ditetapkan Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Rekam Jejak Mayjen Hendy Antariksa Pangdam I/Bukit Barisan, Jenderal Kopassus SAT-81 Gultor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal