Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Selundupkan HP ke Tahanan, 2 Petugas Lapas Purwokerto Dipindahkan ke Nusakambangan
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Soegito, Jenderal Kopassus Pengangkat Jenazah A Yani Pernah Gagal Pendidikan Komando

Senin, 12 September 2022 - 07:16:00 WIB
 Kisah Soegito, Jenderal Kopassus Pengangkat Jenazah A Yani Pernah Gagal Pendidikan Komando
Ilustrasi aksi prajurit Kopassus. (Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Makanya personel Kopassus merupakan pasukan khusus di bawah naungan TNI Angkatan Darat. Korps yang berdiri pada 16 April 1952 awalnya disebut RPKAD.  Kopassus merupakan korps dengan kemampuan lengkap di berbagai bidang maupun medan lapangan.

Setiap personel memiliki kenangan masing-masing, begitu beratnya mengikuti Pendidikan komando di Nusakambangan.

Salah satu kisah yang menonjol diungkapkan oleh Letjen TNI (Purn) Soegito. Dalam bukunya "Letjen (Purn) Soegito, Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen", Soegito mengisahkan beratnya pendidikan komando dimulai di Batujajar pada Februari 1965. 

Waktu itu, Soegito kembali bertemu dengan kelompok juniornya dari AMN (Akademi Militer Nasional) 63 yang baru pulang dari Operasi Tumpas di Sulawesi Selatan. Ada 15 orang perwira remaja alumni 63 mengikuti pendidikan komando.

Tahapan akhirnya adalah para calon prajurit Kopassus itu harus melakukan longmarch dari Batujajar, Bandung Barat ke Nusakambangan, Cilacap sejauh hampir 500 kilometer selama 10 hari. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut