Kisah Soegito, Jenderal Kopassus Pengangkat Jenazah A Yani Pernah Gagal Pendidikan Komando

Fahmi Firdaus
Ilustrasi aksi prajurit Kopassus. (Ist)

Makanya personel Kopassus merupakan pasukan khusus di bawah naungan TNI Angkatan Darat. Korps yang berdiri pada 16 April 1952 awalnya disebut RPKAD.  Kopassus merupakan korps dengan kemampuan lengkap di berbagai bidang maupun medan lapangan.

Setiap personel memiliki kenangan masing-masing, begitu beratnya mengikuti Pendidikan komando di Nusakambangan.

Salah satu kisah yang menonjol diungkapkan oleh Letjen TNI (Purn) Soegito. Dalam bukunya "Letjen (Purn) Soegito, Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen", Soegito mengisahkan beratnya pendidikan komando dimulai di Batujajar pada Februari 1965. 

Waktu itu, Soegito kembali bertemu dengan kelompok juniornya dari AMN (Akademi Militer Nasional) 63 yang baru pulang dari Operasi Tumpas di Sulawesi Selatan. Ada 15 orang perwira remaja alumni 63 mengikuti pendidikan komando.

Tahapan akhirnya adalah para calon prajurit Kopassus itu harus melakukan longmarch dari Batujajar, Bandung Barat ke Nusakambangan, Cilacap sejauh hampir 500 kilometer selama 10 hari. 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selundupkan HP ke Tahanan, 2 Petugas Lapas Purwokerto Dipindahkan ke Nusakambangan

57 tahun lalu

Pemindahan Ratusan Narapidana Risiko Tinggi dari Riau ke Nusakambangan Dikawal Ketat

57 tahun lalu

Seberangi Laut, Napi Lapas Nusakambangan Nekat Kabur dan Bajak Kapal Nelayan

57 tahun lalu

Profil Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ditetapkan Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Rekam Jejak Mayjen Hendy Antariksa Pangdam I/Bukit Barisan, Jenderal Kopassus SAT-81 Gultor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal