Padahal saat awal operasional, okupansi penumpang di Bandara JB Soedirman cukup tinggi karena bandara tersebut tidak hanya melayani masyarakat Purbalingga, juga warga lain dari wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
Dalam hal ini, okupansi penumpang yang memanfaatkan penerbangan dari Bandara JB Soedirman pada awal operasional berkisar 69-75 persen.
"Jadi, ini relatif bagus, positif untuk sebuah bandara baru," kata Bupati.
Selain karena ketatnya persyaratan penerbangan, kata dia, operasional Bandara JB Soedirman sempat terhenti selama beberapa bulan karena pesawat jenis ATR 72 tujuan Jakarta hanya dilayani oleh Bandara Halim Perdanakusuma yang saat itu sedang menjalami revitalisasi dalam rangka menyambut momentum G20 Presidensi Indonesia.
Bupati mengaku sangat bersyukur dan memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura II (Persero), TNI Angkatan Udara, serta Gubernur Jawa Tengah yang telah mengupayakan berbagai cara agar Bandara JB Soedirman bisa kembali dibuka untuk melayani penerbangan komersial.
"Alhamdulillah ada solusi karena Bandara Halim Perdanakusuma masih dalam tahapan revitalisasi, akhirnya Bapak Presiden menugaskan Bapak Menteri Perhubungan untuk menggunakan akses Bandara Pondok Cabe," katanya.