Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Fesitval Sate Tegal, 12.000 Tusuk Sate Kambing Gratis Ludes Diserbu Warga
Advertisement . Scroll to see content

Kreatif! Pemuda di Purbalingga Ubah Batang Pepaya jadi Pakan Kambing Berkualitas

Senin, 25 Mei 2026 - 22:29:00 WIB
Kreatif! Pemuda di Purbalingga Ubah Batang Pepaya jadi Pakan Kambing Berkualitas
Peternak kambing di Kabupaten Purbalingga sukses membuat inovasi batang pohon pepaya yang difermentasi menjadi pakan ternak berkualitas. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

PURBALINGGA, iNews.id – Inovasi pakan ternak alternatif berhasil membawa seorang pemuda di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menuju gerbang kesuksesan. Dengan memanfaatkan tanaman yang banyak tumbuh liar di sekitar rumahnya, pemuda kreatif ini sukses mengubah batang pohon pepaya menjadi pakan fermentasi berkualitas tinggi untuk kambing.

Berkat formula khusus tersebut, roda bisnis peternakan kambingnya berkembang sangat pesat. Bermula dari modal awal yang hanya berkisar 14 ekor kambing, kini jumlah populasi ternaknya melonjak drastis hingga mencapai 65 ekor dalam kurun dua tahun.

Strategi pakan melimpah, hemat biaya operasional, dan membuat hewan ternak cepat gemuk menjadi kunci utama kesuksesan peternakan kambing modern yang dikelola di Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga. 

Sinur mengungkapkan bahwa inovasi ini membawa banyak perubahan signifikan pada manajemen peternakannya. Efisiensi yang didapatkan tidak hanya dari segi biaya, melainkan juga dari produktivitas hewan ternak itu sendiri.

"Selain jadi lebih hemat waktu dan tenaga, pemberian pakan fermentasi dari bahan batang pepaya ini ternyata membuat kambing jadi jauh lebih lahap makan. Sistem pencernaan hewan juga menjadi sangat bagus dan imbasnya bobot tubuh kambing jadi lebih cepat naik," kata Sinur, Senin (25/5/2026).

Proses pembuatannya pun tergolong sederhana namun taktis. Batang pohon pepaya terlebih dahulu melewati tahap pencacahan hingga berukuran kecil. 

Setelah itu, cacahan tersebut dicampur dengan beberapa bahan formula khusus sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam wadah drum tertutup rapat untuk menjalani proses fermentasi selama beberapa hari.

Secara teknis, inovasi pakan fermentasi ini terbukti mampu memangkas waktu peternak untuk mencari rumput lapangan (ngarit) hingga 80 persen. Efisiensi waktu tersebut membuat peternak bisa fokus pada perawatan kebersihan kandang dan pengembangan bisnis lainnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut