"Alih-alih kita mengirim ke sana (ekspor) yang setelah dihitung-hitung enggak terlalu signifikan perbedaannya, artinya untuk pengiriman, untuk segala macam, ternyata pasar dalam negeri pun sangat besar," katanya.
Atas dasar itu, diputuskan untuk menggarap pasar lokal dalam memasarkan maggot. Bahkan hingga sekarang, lebih fokus pada pasar lokal.
Tidak hanya menjual maggot kering, juga maggot basah atau larva hidup. "Kalau untuk ekspor, tidak mungkin larva hidup, pasti maggot kering," ujarnya.
Saat masih melakukan ekspor, hanya mampu mengirim sebanyak 0,5 ton per bulan sesuai kapasitas mesin pengeringan. Saat itu, harga maggot kering berkisar Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram meskipun harga jual di negara tujuan seperti Amerika Serikat, Inggris, India, dan China mencapai lebih dari Rp300 ribu per kilogram.
Harga tersebut termasuk biaya pengurusan dokumen dan sebagainya, sehingga lebih menguntungkan jika dijual untuk pasar lokal dengan harga berkisar Rp50 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram karena lebih simpel tanpa repot mengurus dokumen ekspor.