Sunda Wiwitan, Kepercayaan Monoteisme Warisan Leluhur

Agus Warsudi
Masyarakat adat Kasepuhan Cireundeu Sukabumi menggelar upacara Seren Taun. (FOTO: Ilham Nugraha)

Orang Kanekes, Badui, menulis: "Buana Nyungcung: tempat bersemayam Sang Hyang Kersa, yang letaknya paling atas. Buana Panca Tengah: tempat berdiam manusia dan makhluk lainnya, letaknya di tengah. Buana Larang: neraka, letaknya paling bawah antara Buana Nyungcung dan Buana Panca Tengah terdapat 18 lapis alam yang tersusun dari atas ke bawah.

Lapisan teratas bernama Bumi Suci Alam Padang atau menurut kropak 630 bernama Alam Kahyangan atau Mandala Hyang alias surga. Lapisan alam kedua tertinggi itu merupakan alam tempat tinggal Nyi Pohaci Sanghyang Asri dan Sunan Ambu."

Sang Hyang Kersa menurunkan tujuh batara di Sasaka Pusaka Buana. Salah satu dari tujuh batara itu adalah Batara Cikal, paling tua yang dianggap sebagai leluhur orang Kanekes. Keturunan lainnya merupakan batara-batara yang memerintah di berbagai wilayah lainnya di tanah Sunda. Pengertian nurunkeun (menurunkan) batara ini bukan melahirkan tetapi mengadakan atau menciptakan.

3. Filosofi

Paham atau ajaran dari suatu agama senantiasa mengandung unsur-unsur tersurat dan tersirat. Unsur tersurat adalah apa yang secara jelas dinyatakan sebagai pola hidup yang harus dijalani. Sedangkan yang tersirat adalah pemahaman komprehensif atas ajaran tersebut. Ajaran Sunda Wiwitan pada dasarnya berangkat dari dua prinsip, yaitu Cara Ciri Manusia dan Cara Ciri Bangsa.

Cara Ciri Manusia adalah unsur-unsur dasar yang ada di dalam kehidupan manusia. Ada lima unsur yang termasuk di dalamnya:

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejarah Nama-Nama yang Pernah Disandang Jakarta, dari Zaman Kerajaan Sunda hingga Kemerdekaan

57 tahun lalu

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda Erupsi, Ketinggian Abu Vulkanik 5 Ribu Meter

57 tahun lalu

Iwan Bule Apresiasi Destinasi Wisata Kuliner Sunda Milik Tokoh Kultural Jabar Eka Santosa

57 tahun lalu

Sejarah Nama Jagakarsa Jaksel, Utusan Kerajaan Mataram yang Melawan Portugis di Sunda Kelapa

57 tahun lalu

Kisah Perang Hebat di Tanah Sunda Bikin Kerajaan Galuh Terpecah Jadi 2

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal