Sunda Wiwitan, Kepercayaan Monoteisme Warisan Leluhur

Agus Warsudi
Masyarakat adat Kasepuhan Cireundeu Sukabumi menggelar upacara Seren Taun. (FOTO: Ilham Nugraha)

5. Tempat Suci

Tempat suci atau pemujaan yang dianggap sakral dan keramat dalam Sunda Wiwitan adalah pamunjungan atau kabuyutan. Pamunjungan merupakan punden berundak yang biasanya terdapat di bukit. Pamunjungan ini biasanya terdapat menhir, arca, batu cengkuk, batu mangkuk, batu pipih, dan lain-lain.

Pamunjungan atau kabuyutan banyak ditemukan di Tatar Sunda, seperti Balay Pamujan Genter Bumi, Situs Cengkuk, Gunung Padang, Kabuyutan Galunggung, Situs Kawali, dan lain-lain. Di Kota Bogor, terdapat banyak pamunjungan. Beberapa di antaranya adalah Rancamaya yang dulu bernama Pamunjungan Sanghyang Padungkukan di Bukit Badigul. Namun sayang, saat ini Pamunjungan Sanghyang Padungkulan sudah tidak ada lagi karena digusur menjadi lapangan golf.

Pamunjungan paling besar dan mewah adalah Kihara Hyang di Leuweung Songgom atau Balai Pamunjungan Mandala Parakan Jati yang saat ini digunakan sebagai Kampung Budaya Sindang Barang.

Dengan banyaknya pamunjungan di Tatar Sunda, ini membuktikan agama yang dianut mayoritas orang Sunda dahulu adalah Jati Sunda atau Sunda Wiwitan. Ini juga menjadi alasan mengapa di Tanah Sunda sangat jarang diketemukan candi. 

Hindu dan Buddha berkembang di Tatar Sunda. Namun tidak merasuk terlalu jauh ke masyarakat. Hindu dan Buddha hanya dianut oleh para raja dan kalangan istana kerajaan. Salakanagara pada abad I-III dan Tarumanagara abad III-VII, bahkan hingga Padjadjaran adalah kerajaan bercorak Hindu. Raja-raja Salakanagara, Tarumanagara hingga Padjadjaran adalah penganut Hindu taat.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejarah Nama-Nama yang Pernah Disandang Jakarta, dari Zaman Kerajaan Sunda hingga Kemerdekaan

57 tahun lalu

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda Erupsi, Ketinggian Abu Vulkanik 5 Ribu Meter

57 tahun lalu

Iwan Bule Apresiasi Destinasi Wisata Kuliner Sunda Milik Tokoh Kultural Jabar Eka Santosa

57 tahun lalu

Sejarah Nama Jagakarsa Jaksel, Utusan Kerajaan Mataram yang Melawan Portugis di Sunda Kelapa

57 tahun lalu

Kisah Perang Hebat di Tanah Sunda Bikin Kerajaan Galuh Terpecah Jadi 2

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal