Perbuatan bejat itu kembali dilakukan Priguna pada 18 Maret 2025 di tempat sama kepada korban FH (21), anak pasien yang sedang berobat di RSHS Bandung. Pelaku menggunakan modus sama saat memerkosa ketiga korban, yaitu membius hingga tidak sadarkan diri.
Diketahui, modus operandi tersangka dengan membawa korban ke salah satu ruangan di lantai 7 gedung MCHC RSHS dengan alasan untuk diambil darah. Pelaku kemudian menyuntikkan obat bius 15 kali di lengan kanan dan kiri korban.
Setelah itu pelaku juga memasukan obat bius ke dalam cairan infus hingga korban FH tak sadarkan diri.
"Jadi yang satu berdalih mau analisis anestesi, yang kedua akan dilakukan uji alergi obat bius. Yang ketiga transfusi darah. Kemudian korban dibawa ke tempat yang sama," ucapnya.
Dirreskrimum menuturkan, tersangka beraksi di tempat sama, yakni salah satu ruangan di lantai 7 gedung MCHC. Ruangan itu belum digunakan secara operasional. Celah ini dimanfaatkannya untuk menyalurkan nafsu bejatnya.
"Jadi ini ruangan belum digunakan sehingga RS juga mungkin akan mengevaluasi terhadap pengawasan, terutama dokter residen. Itu nanti akan kerja sama juga dengan kita terkait pengawasan residen," katanya.
Dia menambahkan, dua korban lain berusia 21 dan 31 tahun telah dimintai keterangan. Namun Surawan menyebut akan meminta kembali keterangan korban agar lebih mendalam.