Sementara itu, Ikbar Firdaus Nurahman, kuasa hukum PTPN VIII mengatakan, terdapa 250 pihak yang akan dilaporkan terkait penguasaan lahan Megamendung tanpa izin. Namun baru 29 laporan polisi yang diajukan, yakni dua laporan ke Bareskrim Polri dan 27 ke Polda Jabar. "Yang 250 kan bertahap nih. Sekarang bar masuk 29 laporan," kata Ikbar Firdaus Nurahman saat dihubungi wartawan, Kamis (28/1/2021).
Ikbar mengemukakan laporan ini dilakukan guna penyamarataan hukum. Pihak-pihak yang dilaporkan, ujar Ikbar, diduga telah melakukan penyerobotan lahan milik PTPN, termasuk Habib Rizieq yang mendirikan Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah.
Selain Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, ujar Ikbar, terdapat sejumlah bangunan yang berdiri di lahan milik PTPN VIII tersebut. Pihak-pihak yang mendirikan bangunan itulah yang masuk dalam laporan ke Polda Jabar ini.
"Bangunan yang berdiri di atas lahan PTPN kebanyakan bangunan vila, kebun atau perkebunan milik warga yang digarap tanpa izin. Terus ada yang membuka usaha juga. Secara inti, kebanyakan dibikin vila. Termasuk Markaz Syariah," ujarnya.