Dalam kenyataannya, imbuh Panji, jika seseorang punya penyakit penyerta (komorbid) sangat mungkin efikasi 65,3 persen tidak tercapai.
"Mungkin lebih rendah, tidak mungkin lebih tinggi. Tapi yang diharapkan tidak akan menurun terlalu jauh," ujarnya.
Keadaan kedua, yakni seberapa lama perlindungan yang diberikan vaksin. Vaksin Sinovac yang akan disuntikkan di Jabar mulai Kamis (14/1/2021) besok harus disuntikkan dua dosis atau dua kali penyuntikan kepada setiap orang.
"Jarak waktu antara penyuntikan pertama dan kedua adalah dua pekan. Vaksin Sinovac baru akan memberi proteksi dua minggu setelah penyuntikan kedua," katanya.
Keadaan ketiga, lanjut Panji, yakni sebanyak apa cakupan masyarakat yang akan divaksin. Secara nasional, orang yang harus divaksin 181,5 juta jiwa. Tahap pertama untuk pekerja di kantor kesehatan berjumlah 1,3 juta jiwa.