BANDUNG, iNews.id - Habib Bahar bin Smith kembali melontarkan pernyataan keras saat menjalani sidang kasus penganiayaan terhadap sopir taksi online Andriansyah. Bahar bertekad akan terus bersuara lantang mengkritik dan menentang ketidakadilan penguasa terhadap rakyat.
Bagi Bahar, sikap lantang terhadap ketidakadilan itu adalah perintah agama. Justru dia akan masuk nerakan jika tak bersuara lantang dalam membela rakyat dan menentang penguasa zalim.
"Kalau saya tidak memiliki rasa cemburu atau membiarkan (ketidakadilan) maka saya termasuk dayus yang tidak akan mencium bau surga dan dimasukkan ke dalam neraka Allah SWT. Maka, yang saya lakukan sekali lagi benar dalam agama dan saya mengakui salah dalam pidana," kata Habib Bahar yang mengikuti sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi secara virtual.
Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (3/6/2021) itu, hanya dihadiri majelis hakim, tim jaksa penuntut umum (JPU), dan tim kuasa hukum.
"Saya Bahar bin Ali bin Smith bersumpah demi Allah yang memegang nyawa saya, yang memegang jiwa saya, bahwasanya selama kedua mata saya masih melihat kemungkaran dan kemaksiatan dan melihat ketidakadilan baik ketidakadilan penguasa kepada rakyat, kezaliman penguasa kepada bangsa, maka selama itu saya tidak akan pernah tunduk kepada kemungkaran tersebut," ujar Bahar.