Dedi Mulyadi Tegas Tolak Pajak Sembako, Negara Tak Boleh Ambil Untung dari Rakyat

Agus Warsudi
Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi. (Foto: Istimewa)

"Pajaknya (industri plastik) ditingkatkan saja. Nah, uang pajaknya itu kan bisa digunakan untuk pengelolaan limbah, termasuk plastik mulai dari desa setiap daerah," tutur Dedi.

Menurut Dedi, pengenaan pajak tinggi terhadap industri plastik lebih baik dibanding dengan mengenakan pajak sembako seperti cabai dan beras. Sebab selama ini, sembako lebih bermanfaat bagi masyarakat dan tidak meninggalkan problem sampah di lingkungan. "Kalaupun sembako menghasilkan sampah itu mudah diolah dan dimanfaatkan oleh masyarakat," ucapnya.

Selain itu, ujar Dedi, pajak sembako hanya akan menimbulkan masalah baru bagi petani, pedagang, hingga konsumen. "Petani menjerit, pedagang meradang, pembeli nyeri ulu hati," ujar Dedi.

Di sisi lain Dedi juga menilai pajak tersebut malah akan menghilangkan semangat petani. Sebab dikhawatirkan pajak malah akan membebani sehingga tidak ada lagi masyarakat yang ingin menjadi petani di Indonesia.

"Kalau melihat data jumlah petani kita setiap tahun menurun. Jangan sampai wacana ini malah akan semakin menurunkan minat masyarakat akan pertanian," tutur Dedi.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemenkeu Pastikan Penerapan Pajak Sembako dan Sekolah Bukan di Tahun Ini

57 tahun lalu

Pandemi Belum Berakhir, Pemerintah Berencana Kenakan Pajak Sembako

57 tahun lalu

Rencana Pengenaan Pajak Sembako Dinilai Tidak Manusiawi, YLKI Minta Dibatalkan

57 tahun lalu

Warga dan Pedagang Pasar di Tasikmalaya Tolak Rencana Pajak Sembako

57 tahun lalu

Kondisi Terkini Anggota DPR Gus Hilman usai Kecelakaan di Tol Paspro, Mobil Hancur!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal