Kedua pasutri itu mengaku mendapatkan sabu dari bandar berinisial AS. Keduanya mengaku telah mengedarkan sabu-sabu dengan metode tempel sebanyak lima kali.
Diduga sabu yang dipasok kepada mereka berasal dari Sumatera.
"Ini bentuk keseriusan bersama menjalankan instruksi Bapak Kapolri dan perintah Bapak Kapolda Bali untuk bisa menindak secara tegas pelaku-pelaku kriminal narkotika,” kata Bambang.