"Data yang kita dapat dan yang kita lihat ini aja udah hampir 10, di atas itu sangat banyak sekali puluhan. Kalau dilihat dari struktur tanah, mungkin aktivitas pertambanhan ilegal ini terjadi berapa bulan yang lalu atau bahkan ada yang berapa tahun lalu. Tetapi kalau yang masih basah ini baru," tuturnya.
Sementara Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto mengatakan pihaknya akan melakukan patroli di kawasan Tahura Bukit Menumbing dan memberi imbauan ke masyarakat.
"Kami selanjutnya akan patroli lagi, ini tambang yang sangat berbahaya. Ini bisa membahayakan manusia itu sendiri, orang lain dan juga binatang kalau masuk situ nggak bisa keluar lagi," kata AKBP Agus Siswanto.