Tertulis di sana beberapa nama atau tokoh IDAI yang diklaim disingkirkan oleh birokrasi pemerintah. Mereka antara lain:
- Dr. dr Fitri Hartanto, Sp.A(K), saat itu Ketua IDAI Jateng dan satu-satunya konsultan tumbuh kembang di RS Kariadi Semarang atau FK UNDIP. Dimutasi mendadak ke RS Sardjito, petisi pasien diabaikan.
- dr Hikari Ambara Sjakti, Sp.A(K) Onk, Sekjen PP IDAI dan konsultan hematologi-onkologi anak yang mengembangkan transplantasi sumsum tulang. Dimutasi mendadak dari RSCM, izin praktek dibekukan sepihak.
- dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), Ketua Umum PP IDAI dan konsultan jantung anak. Dimutasi mendadak dari RSCM, kemudian diberhentikan.
- dr Rizky Adriansyah, Sp.A(K), Ketua IDAI Sumatera Utara dan ketua UKK Kardiologi Anak yang aktif memberi masukan ke Kemenkes. Dipecat mendadak dari RS Adam Malik.
"Bagi yang mengenal beliau-beliau, tentu dapat memahami rekam jejak para dokter dan pendidik ini. Dosa mereka hanya satu, bersikap kritis dan menyampaikan pendapat demi memperjuangkan independensi kolegium dan menjaga mutu pendidikan kedokteran, yang dilindungi oleh Undang-Undang bahkan dikuatkan oleh putusan Mahkamah Konstitusi," ujar IDAI.