Fahrurozi mengatakan, salah satu surat kaleng yang ia ketahui diterima pada Juli 2024. Namun, dia tidak mengetahui siapa sosok yang dituju.
"Membaca, Pak. Tapi saya karena tidak banyak kenal orang, karena saya baru di situ, akhirnya ya saya tidak, artinya tidak ingat ada beberapa," ujarnya.
"Dan sebetulnya dia (isi surat kaleng) juga terima kasih ada perbaikan terkait dengan ini. Kemudian dia masih mengadukan ada apa namanya, pegawai kita yang meminta uang seperti pungli," tuturnya.