Satu Tersangka Kasus Korupsi Dana Tabungan Wajib Perumahan TNI AD Tidak Ditahan, Ini Alasannya

Irfan Ma'ruf
Kejagung tidak menahan Kolonel Czi (Purn) CW AHT meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP-AD) 2013-2020. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Penyidik Koneksitas Kejaksaan Agung (Kejagung) memutuskan tidak menahan Kolonel Czi (Purn) CW AHT meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP-AD) 2013-2020. Kejagung pun menjelaskan alasannya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana menjelaskan tersangka CW sampai saat ini masih berada di Jakarta dan tidak ditahan karena masih kooperatif untuk pendalaman kasus ini.

"Posisinya di Jakarta, masih kooperatif dan kami sudah lakukan pemanggilan," kata Ketut dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/3/2022). 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penindakan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (JAM-Pidmil) Brigjen TNI Edy Imran menjelaskan alasan tidak ditahannya CW karena menunggu surat pemberitahuan dari atasan yang berhak menghukum (ankum) CW yang sedang di luar negeri.

"Kebetulan ankum, atasan yang berhak menghukum, dari tersangka ini sedang berada di luar negeri. Sehingga kami tidak bisa mendelegasikan surat perintah penahanan," ujarnya.

Kendati demikian, Edy memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan segera menahan CW. Pihaknya menargetkan penahanan sementara terhadap CW dilakukan Selasa (29/3/2022) pekan depan.

"Jadi saya sampaikan jangan mempersulit persidangan, jangan mempersulit pemeriksaan," tuturnya.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus Korupsi MBG

57 tahun lalu

Kejagung Tak Sita 21.801 Motor Listrik dalam Kasus Korupsi MBG, Kenapa?

57 tahun lalu

Kejagung Ungkap Daftar Pengadaan Bermasalah MBG: 21.801 Motor Listrik hingga 32.000 Sepatu

57 tahun lalu

Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan usai Jadi Tersangka KPK

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal