Sampah Datang, Spanduk Bertindak: Ketika Doa dan Amarah Bersatu Demi Lingkungan

Yunaldi Libra
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jakarta, Yunaldi Libra. (Foto: Istimewa)

Pemerintah Harus Dengarkan Suara Warga 

Spanduk larangan buang sampah menjadi representasi dari jeritan hati masyarakat. Ia menjadi simbol komunikasi ekologis yang muncul dari partisipasi akar rumput. Bukan hanya ekspresi kemarahan, tetapi juga harapan akan lingkungan yang lebih bersih dan adil.

Pemerintah dan lembaga terkait seharusnya serius dalam menanggapi dan tidak memandang sebelah mata bentuk komunikasi ini. Pemerintah perlu menjadikannya inspirasi dalam membangun kampanye lingkungan yang lebih efektif, berakar pada nilai lokal, emosional, dan partisipatif.

Solusi terbaik dalam keberhasilan kampanye lingkungan adalah dengan mendengarkan suara  warga. Bukan karena mereka yang paling terdampak, tapi karena mereka juga pemilik solusi.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

8 Warga Kena OTT gegara Buang Sampah Sembarangan di Jaksel, Didenda Rp500.000

57 tahun lalu

MNC University dan Universitas Bina Darma Gelar Seminar Komunikasi Antarbudaya Internasional

57 tahun lalu

Pramono Setuju Ciangir Jadi Lokasi Penampungan Kompos, Yakin 9.000 Ton Sampah Tertangani

57 tahun lalu

Warga Pondok Kelapa Jaktim Olah Sampah dengan Biopori, Pramono: Semoga Wilayah Lain Iri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal