Purbaya Ungkap APBN Defisit Rp180,4 Triliun per Mei 2026, Setara 0,7 Persen PDB

Anggie Ariesta
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Arif Julianto)

Hal ini mengindikasikan kesinambungan fiskal Indonesia semakin kuat dibandingkan periode-periode sebelumnya.

“Yang paling penting lagi adalah surplus keseimbangan primer Rp58,6 triliun sudah positif lagi. artinya anggaran kita lebih berkesinambungan dibanding bulan2 sebelumnya,” ungkap Purbaya.

Melirik sisi penerimaan, kinerja pendapatan negara tumbuh kuat sebesar 19,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan realisasi mencapai Rp1.185,0 triliun, atau setara dengan 37,6 persen dari target APBN setahun penuh yang dipatok sebesar Rp3.153,6 triliun. 

Pilar utama penopang pendapatan ini berasal dari Penerimaan Perpajakan yang merosokkan dana Rp958,2 triliun (tumbuh 18,9 persen yoy).

Secara terperinci, penerimaan pajak menyumbang Rp834,4 triliun (tumbuh 22,1 persen yoy) serta sektor kepabeanan dan cukai berkontribusi sebesar Rp123,8 triliun (tumbuh 0,7 persen yoy). 

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo: APBN Alat Melindungi Rakyat-Perkuat Ekonomi Bangsa

57 tahun lalu

Purbaya Tarik Utang Rp305,5 Triliun, Setara 36,7 Persen dari Target APBN 2026

57 tahun lalu

Purbaya Lapor APBN Defisit Rp164,4 Triliun per April 2026 

57 tahun lalu

Kemenkeu Percepat Belanja APBN, Tak Lagi Jor-joran di Akhir Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal