Hal ini mengindikasikan kesinambungan fiskal Indonesia semakin kuat dibandingkan periode-periode sebelumnya.
“Yang paling penting lagi adalah surplus keseimbangan primer Rp58,6 triliun sudah positif lagi. artinya anggaran kita lebih berkesinambungan dibanding bulan2 sebelumnya,” ungkap Purbaya.
Melirik sisi penerimaan, kinerja pendapatan negara tumbuh kuat sebesar 19,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan realisasi mencapai Rp1.185,0 triliun, atau setara dengan 37,6 persen dari target APBN setahun penuh yang dipatok sebesar Rp3.153,6 triliun.
Pilar utama penopang pendapatan ini berasal dari Penerimaan Perpajakan yang merosokkan dana Rp958,2 triliun (tumbuh 18,9 persen yoy).
Secara terperinci, penerimaan pajak menyumbang Rp834,4 triliun (tumbuh 22,1 persen yoy) serta sektor kepabeanan dan cukai berkontribusi sebesar Rp123,8 triliun (tumbuh 0,7 persen yoy).