Purbaya Ungkap APBN Defisit Rp180,4 Triliun per Mei 2026, Setara 0,7 Persen PDB
JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Mei 2026 defisit sebesar Rp180,4 triliun. Angka itu setara 0,7 persen Produk Domestik Bruto (PDB).
Purbaya menegaskan kinerja keuangan negara sepanjang lima bulan pertama tahun ini terus menunjukkan tren positif dan berada dalam koridor yang sangat aman.
“Paling penting lagi apa? Surplusnya berapa? Sampai dengan Mei defisitnya 0,7 persen, lima bulan pertama tahun ini 0,7 (persen). Jadi kalau kita pakai cara menghitung ekonom yang di luar itu, yang bukan di luar negeri ya, dalam negeri, pemerintah, yang di TikTok itu segala macam itu dikali aja kan. Ya sudah kalau saya cari yang sama 12 per 7 kali 0,7 jadi dapetnya 1,8. Jadi kalo lihat dari situ APBN kita amat sangat aman,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026)
Menurut dia, jika angka defisit selama lima bulan ini disetahunkan menggunakan kalkulasi linier kasar, maka estimasi total defisit hingga akhir tahun hanya akan berada di kisaran 1,8 persen terhadap PDB. Nilai tersebut masih jauh di bawah ambang batas aman yang ditetapkan undang-undang.
Kabar baik lainnya tecermin dari posisi Keseimbangan Primer yang kembali menorehkan catatan positif. Keseimbangan Primer berhasil mencetak surplus sebesar Rp58,6 triliun, berbalik dari target awal APBN yang memproyeksikan defisit Rp89,7 triliun.