Dari sisi pengeluaran, belanja negara tumbuh lebih cepat sebesar 34,4 persen yoy dengan realisasi mencapai Rp1.365,4 triliun. Penyerapan ini setara dengan 35,5 persen dari pagu pagu APBN sebesar Rp3.842,7 triliun.
Lonjakan ini dipicu oleh strategi pemerintah yang terus mempercepat penyaluran belanja sejak awal tahun.
Secara sektoral, komponen belanja pemerintah pusat mendominasi dengan realisasi Rp1.059,3 triliun (tumbuh tajam 52,6 persen yoy). Penyerapan ini terbagi secara merata, yakni belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp517,7 triliun atau 34,3 persen dari pagu (tumbuh 58,9 persen yoy), serta belanja Non-K/L yang terealisasi sebesar Rp541,6 triliun atau 33,0 persen dari pagu (tumbuh 47 persen yoy).
Di sisi lain, komponen Dana Transfer ke Daerah (TKD) tercatat mengalami sedikit koreksi tahunan sebesar 4,9 persen yoy dengan realisasi sebesar Rp306,1 triliun
“Belanja negara tetap tumbuh 34,4 persen bagus artinya sesuai dengan target kita selalu mempercepat belanja, mencapai Rp1.365,4 triliun yang merata ini, kementerian lembaga 58,9 persen, non kementerian lembaga 57 persen. transfer ke daerah agak turun sedikit 4,9 persen,” jelas Purbaya.