Pintu Masuk Indonesia Diperketat usai WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Global

Mei Sada Sirait
Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). (Foto: Dok. Angkasa Pura)

Selain di RD Kongo, laporan kasus terkait perjalanan juga ditemukan di Kampala, Uganda, dan Kinshasa. Situasi tersebut membuat banyak negara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran lintas negara.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes menyiagakan petugas kesehatan di lapangan, memperkuat skrining penumpang internasional, hingga menyiapkan prosedur rujukan ke rumah sakit apabila ditemukan gejala yang mengarah pada Ebola.

Seluruh laporan dari pintu masuk negara akan dipantau selama 24 jam melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta Public Health Emergency Operation Center (PHEOC). Kapasitas laboratorium nasional juga disiagakan guna mendukung deteksi cepat.

Aji menegaskan masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap diminta waspada dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Ebola sendiri merupakan penyakit infeksi virus dengan tingkat fatalitas rata-rata mencapai 50 persen. Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau benda yang terkontaminasi manusia maupun hewan yang terinfeksi.

Gejalanya dapat muncul dalam masa inkubasi 2 hingga 21 hari, mulai dari demam, tubuh lemas, nyeri otot, sakit kepala, hingga berkembang menjadi muntah, diare, dan pendarahan.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat yang baru kembali dari negara terdampak seperti RD Kongo dan Uganda agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam atau gejala perdarahan dalam 21 hari setelah kepulangan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
4 jam lalu

Kemenkes Pastikan Tidak Ada Kasus Ebola di Indonesia

Shorts
19 jam lalu

Wabah Ebola Tewaskan 88 Warga Kongo, Indonesia Ikut Siaga

Nasional
1 hari lalu

WHO Tetapkan Ebola Langka Tanpa Vaksin sebagai Darurat Global, Ini Alasannya!

Nasional
10 menit lalu

Eks Bos WHO Beberkan Fakta Mengkhawatirkan Wabah Ebola 2026, Dunia Harus Waspada!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal