JAKARTA, iNews.id - Pembina Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli) Komjen (Purn) Ito Sumardi, mengungkap realitas penegakan hukum di Indonesia yang masih diwarnai kritik dari masyarakat. Mulai dari kesan tebang pilih hingga proses hukum yang panjang dan mahal.
Hal itu disampaikannya dalam seminar nasional bertema 'Masa Depan Penegakan Hukum Indonesia' di Jakarta, Senin (6/4/2026). Ito menyebut persepsi publik terhadap penegakan hukum masih bercampur antara apresiasi dan kekecewaan.
"Ada tren kepercayaan yang membaik terhadap lembaga hukum, tetapi keluhan soal ketidakadilan, tebang pilih, dan impunitas tetap masih kuat dirasakan dari para warga pencari keadilan," ujarnya.
Dia memaparkan sejumlah keluhan utama masyarakat terhadap penegakan hukum. Keluhan utama masyarakat yang dapat diamati adalah adanya kesan tebang pilih.
Masyarakat melihat kasus yang menyentuh tokoh kuat atau berkaitan dengan kepentingan politik sering berjalan lebih lambat atau berakhir dengan hukuman yang lebih lebih ringan dibandingkan perkara yang melibatkan rakyat biasa.