Ini artinya, keuntungan politik dari program belanja dapat dinikmati lebih cepat dan lebih terkonsentrasi, sedangkan biaya nilai tukar disebarkan kepada seluruh masyarakat. Pemerintah memperoleh panggung dari peresmian program. Kontraktor dan pemasok memperoleh pesanan.
Kelompok penerima tertentu mendapatkan manfaat langsung. Akan tetapi, kenaikan harga, bunga kredit, serta penyempitan ruang fiskal dibayar oleh jutaan rumah tangga yang tidak pernah dilibatkan dalam keputusan awal.
Peringkat BBB Bukan Cek Kosong
Pemerintah menyambut baik keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat Indonesia pada BBB dengan prospek stabil.
Keputusan itu memang penting karena menunjukkan Indonesia masih berada dalam kategori layak investasi. Akan tetapi, pemerintah tidak boleh hanya membaca judul positifnya.
S&P menyatakan afirmasi tersebut didukung harapan bahwa pelemahan indikator fiskal dan eksternal hanya bersifat sementara. Lembaga itu juga menekankan perlunya kebijakan yang lebih dapat diprediksi, defisit yang tetap di bawah 3 persen, peningkatan penerimaan, penurunan biaya pembiayaan, dan stabilitas nilai tukar. Bahkan, peluang kenaikan peringkat dikaitkan secara langsung dengan penguatan struktural indikator fiskal dan eksternal.