Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:47:00 WIB
Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?
Rupiah memang tidak terus merosot setiap hari, tetapi kegagalannya kembali menjauh dari level Rp18.000 menunjukkan bahwa tekanan belum benar-benar berakhir. (Foto Ilustrasi/IMG)
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah sering menjelaskan pelemahan rupiah sebagai persoalan pasar keuangan. Bagi rakyat, persoalannya jauh lebih konkret. Rupiah lemah menaikkan harga bahan baku impor, obat, peralatan kesehatan, pangan tertentu, pakan ternak, mesin produksi, perangkat elektronik, dan energi. 

Pelaku usaha kecil tidak selalu dapat melakukan lindung nilai. Mereka akhirnya menaikkan harga, mengurangi produksi, menunda perekrutan, atau menerima margin yang semakin tipis.

Kenaikan suku bunga juga memiliki korban. Keluarga yang membutuhkan kredit rumah, mahasiswa yang keluarganya bergantung pada pinjaman usaha, UMKM yang membutuhkan modal kerja, dan perusahaan yang mempertimbangkan ekspansi harus menghadapi biaya dana yang lebih tinggi. 

Kebijakan moneter yang ketat memang diperlukan untuk menjaga rupiah, tetapi biaya sosialnya menjadi tidak adil apabila tekanan itu berasal dari kebijakan fiskal yang tidak cukup disiplin.

Posisi utang luar negeri Indonesia pada Mei 2026 mencapai 444,4 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, utang luar negeri pemerintah mencapai 217,3 miliar dolar AS. Rasio utang luar negeri terhadap PDB memang masih sekitar 29,9 persen dan sebagian besar berjangka panjang. Akan tetapi, setiap pelemahan rupiah tetap meningkatkan nilai rupiah kewajiban dalam valuta asing serta memperbesar tekanan terhadap neraca pemerintah dan korporasi yang memiliki eksposur dolar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut