BI Ungkap Pemicu Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Siap Jaga Stabilitas
JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) merespons terkait dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menembus level psikologis baru yaitu Rp18.000 per dolar AS.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, gejolak yang dialami mata uang garuda erat kaitannya dengan arah kebijakan moneter Bank Sentral AS, The Fed.
Sebagai catatan, dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada pertengahan Juni lalu, The Fed memutuskan menahan suku bunga di level 3,5 persen hingga 3,75 persen.
Namun, kepanikan pasar dipicu oleh munculnya sinyal kuat dari sejumlah pejabat The Fed yang mengindikasikan bahwa suku bunga acuan masih berpotensi naik ke depan.
Kondisi ini memicu penguatan indeks dolar AS (DXY) secara drastis hingga mematahkan rekor tertinggi dalam satu tahun terakhir. Jika pada Januari 2026 indeks DXY masih nangkring di level 95, maka pada akhir Juni posisinya melonjak ke level 101.