Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?

iNews
Rupiah memang tidak terus merosot setiap hari, tetapi kegagalannya kembali menjauh dari level Rp18.000 menunjukkan bahwa tekanan belum benar-benar berakhir. (Foto Ilustrasi/IMG)

Bank Sentral Menjadi Penyangga Terakhir

Tanda yang perlu dicermati bukan hanya besarnya defisit, melainkan semakin besarnya peran Bank Indonesia dalam menjaga keseimbangan pasar keuangan. Hingga 17 Juni 2026, Bank Indonesia telah membeli surat berharga negara senilai Rp156,98 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp76,62 triliun. 

Pada saat yang sama, posisi sekuritas Rupiah Bank Indonesia mencapai Rp1.021,13 triliun, dengan kepemilikan investor nonresiden sebesar Rp238,09 triliun. Pembelian SBN oleh Bank Indonesia tidak otomatis berarti pemerintah telah memaksa bank sentral mencetak uang. Operasi tersebut dapat dilakukan untuk mengelola likuiditas, menjaga stabilitas pasar, dan memperkuat transmisi kebijakan moneter. Akan tetapi, angka yang semakin besar tetap menimbulkan pertanyaan tentang batas antara stabilisasi pasar dan dukungan pembiayaan fiskal.

Risiko dominasi fiskal muncul ketika keputusan moneter semakin banyak dipengaruhi kebutuhan menjaga biaya utang pemerintah, menyerap penerbitan SBN, dan mendukung program pertumbuhan. Bank sentral kemudian harus menginjak dua pedal yang arahnya berlawanan. 

Di satu sisi, suku bunga dinaikkan untuk mempertahankan rupiah. Di sisi lain, likuiditas harus disediakan agar pasar obligasi, perbankan, kredit, dan program pemerintah tetap berjalan. Kondisi tersebut dapat menciptakan lingkaran yang mahal. Belanja fiskal yang agresif meningkatkan kebutuhan utang. Kebutuhan utang yang besar mendorong imbal hasil. Imbal hasil tinggi menarik modal, tetapi juga memperbesar biaya bunga. 

Ketika rupiah tetap lemah, Bank Indonesia perlu menawarkan imbal hasil moneter yang lebih menarik. Pada akhirnya, pemerintah dan bank sentral sama-sama membayar harga yang lebih tinggi untuk mempertahankan kepercayaan pasar.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
1 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

3 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.091 per Dolar AS, Ini Pemicunya

10 hari lalu

BI Ungkap Pemicu Rupiah Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Siap Jaga Stabilitas

24 hari lalu

Prabowo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah: Karena Kekayaannya Keluar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal