Menurutnya, LBH Perindo telah memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi sengketa pemilu tersebut. Terlebih, mereka telah mengikuti pelatihan sengketa pemilu yang dilaksanakan MK pada Februari 2019.
Modal ini lah yang menjadikan LBH Perindo semakin percaya diri dalam membela suara partai dalam sidang di MK nanti.
“LBH Perindo seluruh Indonesia telah mengikuti diklat penyelesaian sengketa pemilu yang diadakan oleh MK. Saya yakin kami siap betul untuk membantu partai dalam permasalahan sengketa pemilu yang ada,” ujarnya.
Untuk diketahui, caleg Partai Perindo dari berbagai daerah mengakui adanya kecurangan yang dilakukan banyak pihak saat hari pencoblosan pada 17 April 2019.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kecurangan diindikasikan berlangsung secara terstruktur, sistematis dan masif yang diduga kuat melibatkan Ketua DPD Partai NasDem yang juga Bupati Tapanuli Tengah Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.