"Kalau itu asli penasaran," ujarnya.
Dia menilai viralnya lagu MBG terjadi secara alami berkat kreativitas pembuatnya dan dukungan algoritma media sosial. Bahlil juga mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan lagu tersebut bisa begitu cepat menyebar dan menjadi tren.
"Saya sendiri tidak tahu dan itu alami sekali. Dan saya sendiri penasaran ini siapa yang buat," katanya.
Meski menjadi objek dalam lagu tersebut, Bahlil mengaku menghargai kreativitas para kreator konten dan anak muda yang memanfaatkan media sosial untuk berkarya.
"Tetapi saya menghargai lah kreativitas orang-orang ya, anak-anak muda sekarang, teman-teman ya. Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi, medsos ini penting," ujarnya.
Bahlil mengingatkan agar kebebasan berekspresi di media sosial tetap dilakukan secara bijak. Dia menegaskan konten yang dibuat sebaiknya tidak mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang berpotensi memicu konflik di masyarakat.
"Namun, kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh, jangan sampai masuk di sara. Jadi, kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar. Ya risiko jadi pejabat publik, harus harus menerima semuanya," ujar Bahlil.