Kisah Sukses Disabilitas Buka Klinik Pijat, Omzet Rp10 Juta per Bulan

Widya Michella Nur Syahid
Jajang Komar (43 tahun) salah satu penyandang disabilitas membuka klinik pijat. (Foto Kemensos).

Setelah diterapkan, pencatatan keuangan Jajang semakin rapih, sehingga tabungannya telah cukup untuk membuka cabang klinik pijat refleksi. Akhirnya, di tahun 2021, Jajang membuka cabang klinik pijat refleksi di Bandung Barat dengan karyawan berjumlah 3 orang.

Di masa itu, tepat di kondisi pandemi, di tengah banyak usaha gulung tikar, ia masih mampu bertahan. "Tetap buka, tapi menerapkan protokol kesehatan. Minimal bisa untuk makan bareng teman-teman." ujar dia.

Tidak sedikit para pelanggan tetap yang rutin melakukan pijat refleksi di sini. Seperti Faiz (37) yang punya pertimbangan khusus sehingga rutin pijat di klinik milik Jajang. 

"Tempatnya memang tidak terlalu besar, tapi bersih sekali. Terapisnya juga berpengalaman, sehingga pelayanannya baik, ramah dan bikin nyaman," katanya.

Selain senang banyak pelanggan yang memuji pelayanan di kliniknya, Jajang juga merasa bahagia bisa merekrut teman-teman netra. Katanya, itu salah satu tujuan hidupnya. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
3 bulan lalu

Bank Jakarta Salurkan Bantuan untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI

1 bulan lalu

Sering Sakit Kepala karena Stres? Dokter Sarankan Pijat di 3 Area Tubuh Ini

1 bulan lalu

Kenapa Banyak Orang Pijat Pelipis dan Pundak saat Pusing, Ini yang Terjadi pada Tubuh

1 bulan lalu

Kabar Baik, Penyandang Disabilitas Bisa Jadi Polisi di UU Polri yang Baru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal