Cuti Pegawai Kementerian PU Harus Lewat Menteri, Doddy Hanggodo Sebut Banyak Surat Sakit Palsu
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkap banyak izin bodong dan surat sakit palsu dalam pengajuan cuti pegawai di lingkungan Kementerian PU. Temuan tersebut diketahui usai dirinya menarik kewenangan persetujuan cuti melalui dirinya.
"Ternyata izinnya banyak yang bodong, izin bodong itu maksudnya surat sakit palsu, surat apa palsu. Kalau barang itu jatuh ke saya, kan saya bisa perintahkan Irjen untuk ngecek," ungkap Dody saat diwawancarai di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (22/7/2026).
Diketahui, persetujuan cuti pegawai sebelumnya berada di bawah kewenangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan para Direktur Jenderal (Dirjen). Namun, Dody mulai merasa ada sesuatu yang janggal dalam proses pengajuan izin sehingga memutuskan menarik seluruh persetujuan cuti ke meja dirinya.
“Penarikan remnya sudah agak lama lah, mungkin sekitar dua sampai tiga bulan lalu. Cuti itu zaman dulu memang saya serahkan semua ke bawah, sekjen, terus ke dirjen, dan seterusnya," tuturnya.
"Terus saya kok merasa ada yang nggak beres gitu lho. Ini saya tarik rem supaya semua lari ke saya. Kalau semua lari ke saya kan saya bisa ngecek,” sambung Dody.
Sementara itu, Dody mengakui kebijakan tersebut membuat beban pekerjaannya sebagai menteri bertambah. Meski begitu, dia mengaku tidak keberatan karena pengawasan terhadap pegawai menjadi bagian dari tanggung jawabnya dalam membangun aparatur sipil negara (ASN) yang berkualitas.
"Menurut saya pribadi memang itu beban. Cuma gini, kan tadi saya sampaikan sebagai pembantu Presiden, tugas saya juga meyakinkan kepada Presiden bahwa statecraft yang ketiga membentuk ASN yang berkualitas, itu juga saya kerjakan gitu. Ini dalam rangka saya membentuk ASN Kementerian PU yang lebih berkualitas, yang lebih berintegritas, yang lebih berakhlak, yang selalu menghadirkan Tuhan di hatinya,” kata Dody.
Editor: Puti Aini Yasmin