Kisah Sukses Disabilitas Buka Klinik Pijat, Omzet Rp10 Juta per Bulan

Widya Michella Nur Syahid
Jajang Komar (43 tahun) salah satu penyandang disabilitas membuka klinik pijat. (Foto Kemensos).

Di luar itu, ia juga menyediakan mess sederhana dan makan rutin bagi karyawan. Potret bekerja berlandaskan kekeluargaan inilah cita-cita besar Jajang. Sederhana, namun terasa oleh kaumnya.

"Saya berusaha memberi kenyamanan bagi teman-teman, menyediakan makan, tempat tinggal, semoga itu bisa jadi berkah. Karena pengalaman saya dulu kerja, ya saya sewa tempat tinggal sendiri, makan sendiri, jadi ini plusnya yang bisa saya bagi ke teman-teman," kata dia.

Jajang tidak lupa untuk tetap meng-upgrade kemampuan diri. Saat ia bekerja, ia sambil melanjutkan pendidikan S-1 dengan jurusan Tarbiah - Pendidikan Agama Islam di STAI YAPATA Al Jawami di Cileunyi. 

Lulus di tahun 2020, Kemudian Jajang ikut pelatihan komputer akuntansi di Sentra Wyata Guna Bandung selama 4 bulan. Katanya, ilmu ini penting untuk pencatatan keuangan usaha pijat refleksinya.

Pasca-pelatihan, Jajang pun diberikan bantuan laptop dari Sentra Wyata Guna Kemensos untuk menunjang usahanya. Ini menjadi upaya Kemensos untuk memonitor dan mendampingi penerima manfaat hingga mandiri.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
3 bulan lalu

Bank Jakarta Salurkan Bantuan untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI

1 bulan lalu

Sering Sakit Kepala karena Stres? Dokter Sarankan Pijat di 3 Area Tubuh Ini

1 bulan lalu

Kenapa Banyak Orang Pijat Pelipis dan Pundak saat Pusing, Ini yang Terjadi pada Tubuh

1 bulan lalu

Kabar Baik, Penyandang Disabilitas Bisa Jadi Polisi di UU Polri yang Baru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal