Kemenkes Pastikan Tidak Ada Kasus Ebola di Indonesia

Mei Sada Sirait
Gedung Kemenkes. (Foto: Instagram)

Kemenkes mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Ebola diketahui merupakan penyakit infeksi virus dengan tingkat fatalitas rata-rata mencapai 50 persen.

Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau benda yang terkontaminasi manusia maupun hewan terinfeksi. Virus dapat masuk melalui kulit yang terluka atau selaput lendir.

Gejala Ebola umumnya muncul mendadak dalam masa inkubasi 2 hingga 21 hari. Gejalanya meliputi demam, tubuh lemas, nyeri otot, sakit kepala, lalu berkembang menjadi muntah, diare, hingga pendarahan.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Kemenkes juga meminta warga yang baru kembali dari negara terdampak seperti RD Kongo dan Uganda untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam atau gejala perdarahan dalam 21 hari setelah kepulangan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
23 jam lalu

Kemenkes Tegaskan Vape Sama Bahaya dengan Rokok Konvensional!

Health
23 jam lalu

Kemenkes Bongkar Bahaya Tersembunyi Vape, Bisa Disusupi Narkotika hingga Picu Kanker

Nasional
2 hari lalu

Kemenkes Bantah 3 Kasus Positif Hantavirus DKI Jakarta Terkait Kapal Pesiar MV Hondius

Internasional
5 jam lalu

AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal