Kemenkes Pastikan Tidak Ada Kasus Ebola di Indonesia

Mei Sada Sirait
Gedung Kemenkes. (Foto: Instagram)

Selain di Kongo, kasus terkait perjalanan juga dilaporkan muncul di Kampala, Uganda, serta Kinshasa. Kondisi ini membuat pemerintah Indonesia meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional, khususnya dari negara terdampak.

Aji menjelaskan, pengawasan kini diperketat di bandara dan pelabuhan internasional. Kemenkes juga menyiagakan petugas kesehatan lapangan serta memperkuat skrining penumpang yang datang dari wilayah berisiko.

"Kami memastikan seluruh pintu masuk negara meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari negara terdampak," katanya.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan prosedur rujukan ke rumah sakit berstandar internasional jika ditemukan penumpang dengan gejala yang mengarah pada Ebola.

Seluruh laporan dari pintu masuk negara dipantau selama 24 jam melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta Public Health Emergency Operation Center (PHEOC). Kapasitas laboratorium nasional juga disiagakan untuk mendukung deteksi cepat.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemenkes Tegaskan Vape Sama Bahaya dengan Rokok Konvensional!

57 tahun lalu

Kemenkes Bongkar Bahaya Tersembunyi Vape, Bisa Disusupi Narkotika hingga Picu Kanker

57 tahun lalu

Kemenkes Bantah 3 Kasus Positif Hantavirus DKI Jakarta Terkait Kapal Pesiar MV Hondius

57 tahun lalu

Mengenal Obat Derivat Plasma, Terapi Penyelamat Nyawa yang Kini Akan Diproduksi di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal